Kami pernah menemui sebuah bangunan hunian bertingkat dengan banyak kamar. Bentuknya memanjang, dan setiap lantai terbagi menjadi beberapa sayap yang dipisah tembok.
Rencana awalnya terdengar masuk akal: cukup satu WiFi di setiap lantai. Hasilnya, kamar yang dekat router dapat sinyal kencang, tapi kamar di sayap yang jauh hanya dapat sinyal lemah. Ada juga yang tidak dapat sama sekali.
Bagi kami, kasus seperti ini selalu dimulai dari satu pertanyaan: bagaimana denah bangunannya? Karena masalahnya biasanya bukan di router, dan bukan juga di paket internetnya. Masalahnya ada di denah, dan di situlah penyelesaiannya dimulai.
Kenapa Denah Bisa Sepenting Itu
Bayangkan WiFi itu seperti lampu. Satu lampu bisa menerangi ruangan kotak dengan baik. Tapi satu lampu tidak bisa menerangi lorong panjang yang berbelok-belok.
Ada tiga hal yang melemahkan sinyal WiFi:
- Jarak. Pada bangunan yang memanjang, makin jauh kamar dari router, makin lemah sinyal yang sampai.
- Tembok dan sekat. Tembok bata dan beton adalah yang paling menghalangi.
- Belokan. Sinyal tidak bisa berbelok mengikuti lorong seperti manusia berjalan.
Karena itu, dua bangunan dengan luas yang sama bisa membutuhkan jumlah titik WiFi yang berbeda, tergantung bentuk denahnya. Jumlah lantai saja tidak cukup untuk menentukan berapa titik yang diperlukan.
Lima Mitos WiFi yang Masih Banyak Dipercaya
1. “Satu router cukup untuk satu rumah atau satu lantai.” Yang menentukan adalah bentuk ruangannya, bukan jumlah lantainya. Satu lantai dengan beberapa sayap yang dipisah tembok punya kebutuhan yang jauh berbeda dari satu lantai yang berupa satu ruang terbuka.
2. “Sinyal penuh berarti internet pasti kencang.” Bar sinyal bukan kecepatan internet. Sebaliknya, kalau sinyal lemah karena terhalang tembok, internetnya biasanya ikut lambat. Soal sinyal penuh tapi tetap lemot sudah kami bahas di artikel Sinyal WiFi Full, Tapi Kok Masih Lemot.
3. “Pasang repeater, sinyal pasti jadi kencang.” Repeater mengoper data dua kali, sehingga kecepatan sering justru turun. Lebih baik menambah titik WiFi yang tersambung kabel.
4. “Makin banyak antena, makin jauh jangkauannya.” Antena lebih berkaitan dengan banyaknya data yang bisa dikirim sekaligus, bukan dengan daya tembus tembok.
5. “Pasang aluminium foil atau kaleng di belakang router supaya sinyal makin kuat.” Cara ini hanya memantulkan sinyal ke satu arah. Sisi yang lain justru jadi lebih lemah, dan sinyalnya tetap tidak menembus banyak tembok.
Bangunan yang Perlu Perhatian Khusus
Beberapa jenis bangunan lebih mudah terkena masalah semacam ini:
- Kost, asrama, dan mess dengan lorong panjang.
- Ruko atau kantor yang memanjang ke belakang.
- Gedung bersayap, seperti rumah sakit, sekolah, dan hotel.
- Gudang dan pabrik dengan rak besi.
- Bangunan yang baru direnovasi atau ditambah sekat.
Kalau bangunan Anda termasuk salah satunya, denah layak dipertimbangkan sejak awal. Untuk tempat usaha yang baru disiapkan, kami sudah membahasnya di Dari Denah ke Jaringan.
Empat Langkah Sebelum Memasang WiFi
- Lihat denahnya. Mulai dari bentuk bangunan, bukan dari merek perangkat.
- Tandai area paling penting. Tentukan ruangan mana yang paling butuh sinyal yang baik.
- Rencanakan jumlah dan posisi titik WiFi berdasarkan denah, bukan berdasarkan jumlah lantai.
- Siapkan jalur kabel ke setiap titik. Titik WiFi yang tersambung kabel adalah kuncinya.
Layanan yang Bisa Membantu
Kalau Anda ingin tahu kondisi WiFi di bangunan Anda, ada tiga layanan dari CV Jaya Makmur Komputer yang relevan:
- Pengecekan WiFi (site survey). Mengukur kekuatan sinyal di setiap ruangan, mencari titik lemah dan sumber gangguan, lalu memberikan laporan beserta rekomendasi.
- Penataan ulang jaringan. Mengatur posisi access point, kanal, dan pengaturan yang sudah ada supaya lebih optimal, tanpa harus ganti perangkat.
- Instalasi WiFi baru. Perencanaan jumlah dan posisi access point, pemasangan kabel dan perangkat, sampai jaringan siap dipakai.
Penjelasan lebih lengkap tentang layanan jaringan kami ada di pemasangan jaringan LAN dan WiFi di Semarang.
WiFi yang Bagus Dimulai dari Denah
WiFi yang bagus bukan soal router paling mahal. Yang menentukan adalah memahami denah bangunan, lalu menempatkan titik WiFi di tempat yang tepat.
Kalau Anda pemilik kost dan ingin tahu kondisi jaringan di bangunan Anda, Anda bisa mulai dari pengecekan WiFi kost yang disediakan Jaya Makmur.